Momen pahit yang didapatkan saya dan teman saya waktu Bekerja Dengan Bandar Bola Beromset Miliaran di bandung beberapa tahun yang lalu disebuah kawasan wisata. Awalnya teman saya mendapatkan tawaran kerja itu dari internet dengan penawaran kerja sebagai admin keuangan dengan gaji yang lumayan besar. Tidak ada rasa curiga pada awalnya karena lokasi kerja ada di bandung dan merupakan tempat wisata. Dan teman saya langsung mengajak saya untuk ikut dia bekerja disana karena lowongan yang dibutuhkan pas untuk berdua. Karena dibutuhkan cepat jadi kami disuruh buru-buru untuk datang bekerja. Setelah sampai disana kami kaget karena yang mewawancara kerja adalah pria yang berkebagsaan filipina. Dengan fasih bos besar itu menawarkan gaji besar dan bonus yang berkali lipat untuk bekerja bersama Agen Judi Bola Sbobet itu.

Bekerja Dengan Bandar Bola Beromset Miliaran

Setelah kami pikir-pikir karena sudah tanggung sampai sana dan tawaran gaji yang tinggi, akhirnya kami putuskan untuk mencobanya. Awalnya memang agak bingung karena ini merupakan pertama kalinya kami berdua bekerja seperti ini. Pelan-pelan kami pelajari cara bekerjanya Agen Bola Terpercaya Deposit 50 Ribu ini yang dikendalikan oleh bandar besar Sbobet. Omset bulanan dari agen ini memang cukup mengerikan, saya sempat terdengar bulanan mereka bisa sampai miliaran rupiah. Dengan omset bulanan segitu menurut saya sudah sangat fantastis sekali, karena itu bukan jumlah yang kecil.

Sogokan Untuk Pihak Berwajib Agar Aman

Untuk menjalankan bisnis Judi Bola Online ini tidak sembarangan, mereka harus memiliki bekingan yang kuat agar aman. Setiap bulan bandar ini harus menyetor kepada pihak yang membekingin mereka agar mereka bisa aman. Tapi dengan begitu bukan berarti mereka bisa aman untuk selamanya karena telah menyogok berbagai pihak yang untuk tutup mata. Demi keamanan kami selalu berpindah-pindah tempat agar aman dari kecurigaan warga sekitar yang terkadang curiga terhadap kami. Soalnya yang bekerja untuk Sbobet ini sangat banyak sekali pekerjanya, baik orang sendiri ataupun orang dari luar negeri. Tidak heran mengapa mereka berani mengeluarkan uang banyak untuk pekerja dan pihak berwajib dengan omset miliaran itu.